Stasiun Tertua di Kota Solo Si Purwosari

      Comments Off on Stasiun Tertua di Kota Solo Si Purwosari

Di Solo, ada empat stasiun Kereta APi (KA) yaitu Stasiun Balapan, Stasiun Purwosari, Stasiun Jebres dan Stasiun Kota (Sangkrah). Stasiun Balapan merupakan stasiun besar , lebih banyak untuk KA bisnis dan eksekutif. Hanya KA lokal Pramek (Solo-Yogya) dan KA Bhatara Kresna (Solo- Wonogiri) KA dengan tipe ekonomi yang berhenti di stasiun Balapan. Selebihnya KA bisnis dan eksekutif . Sementara Stasiuan  Purwosari dan Jebres merupakan stasiun  kategori kecil, tempat pemberhentian KA tipe ekonomi.

Kedua stasiun tersebut (Purwosari dan Jebres)  sejarahnya dimiliki oleh pihak  dua kerajaan yang ada di Surakarta . Stasiun Purwosari di miliki oleh pihak  keraton Mangkunegaran sebagai pemilik Stasiun Purwosari dan keraton Kasunanan sebagai pemilik  stasiun Jebres . Di lihat dari letak kedua stasiun tersebut, memang Stasiun Purwosari lebih dekat dengan Mangkunegaran, sementara Stasiun Jebres lebih dekat dengan Kasunanan.

Dari keempat stasiun tersebut, Stasiun Purwosari adalah stasiun tertua di Kota Solo.  Stasiun yang dibangun sejak tahun 1875 ini, konon pembangunannya di kerjakan oleh  Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Sebagai stasiun tertua, Stasiun Purwosari masih jelas sekali menunjukkan ketuaan usianya.  Tiang-tiang penyangga atap yang terbuat dari besi kuat sangat menonjol dan berdiri dengan kuat. Atap yang tinggi dan lebar dengan bangunan terbuka kelihatan bangunan model jaman dahulu.

Meskipun sudah mengalami renovasi besar-besaran, tetapi pihak pengelola tidak membongkar model bangunan aslinya. Ruang tunggu masih dipertahankan dengan model sejak awal berdirinya Stasiun Purwosari. Yaitu dengan model bangunan terbuka, hanya ada tiang tinggi dengan plafon yang tinggi menjulang dan diatapi sejenis seng tebal.  Bangunan tanpa dinding ini membuat udara segar karena angin bisa berhembus dari segala penjuru dengan leluasa

Sementara  bangunan kantor masih  tetap bangunan  tempo dulu dengan dinding tinggi, dilengkapi dengan jendela dan pintu  kayu besar-besar. Struktur tembok tebal juga menguatkan model bangunan jaman dulu yang masih terlihat kuat dan kokoh tidak dimakan jaman.

Sepanjang rel KA yang memanjang  dari barat ke timur diatapi dengan atap dari sejenis seng dengan tiang tinggi dari besi. Sejak saya kecil, sampai sekarang tidak ada perubahan sama sekali hanya semakin  dijaga kebersihan dan di tinggikan plesteran semen sepanjang sisi rel KA.

Stasiun ini juga sangat terjaga kebersihannya. Hampir bisa dipastikan tidak ada sampah sembarangan . Semua tertata dengan rapi dan teratur. Ruang pesan tiket yang termasuk bangunan baru (tahun ini) sangat luas dan bersih, demikian juga dengan ruang tunggu dalam yang luas, bersih dan rapi.

Tak lupa untuk kenyamanan penumpang , disediakan charger handphone dan sejumlah kipas angin di beberapa tempat.

Letak Stasiun Purwosari juga sangat terjangkau dan mudah di akses.  Stasiun ini persis di sebrang Hotel Swiss Bellin Hotel dan Robinson  juga di sebrang pasar buah Purwosari.

Bus umum (BST) melintas setiap beberapa menit sekali. Kemudian ojeg, becak juga tersedia. Jika kedatangan  dari  Kabupaten Wonogiri , Sukoharjo menuju kota Solo, tinggal turun  di jalan sebrang  stasiun Purwasari. Tinggal menyeberang.

Di sekitar stasiun juga terdapat warung makan dan pertokoan juga tidak jauh terdapar pasar tradisional. Beberapa hotel juga ada tak jauh dari stasiun Purwosari.  Hotel  Swiss Bellin, Aston, View Hotel, Arini, HAP, Wiryo Martono, dll.  Tinggal pilih hotel bintang satu sampai bintang 4 tersedia lengkap. Sejumlah hotel tersebut bisa dijangkau dengan berjalan kaki tidak lebih  dari limabelas menit.

Source  from : wisataSolo.ID