Stasiun Panarukan. Dulu Jaya Mengangkut Penumpang dan Barang Ekspor, Sekarang Begini Nasibnya

      Comments Off on Stasiun Panarukan. Dulu Jaya Mengangkut Penumpang dan Barang Ekspor, Sekarang Begini Nasibnya

Stasiun ini dibuka pada tahun 1 Oktober 1897. Stasiun ini didirakn dengan tujuan untuk mengangkut barang dari Pelabuhan Panarukan. Karena itu, dibangunlah jalur lori dari Pelabuhan Panarukan yang berjarak 1 km timur dari stasiun ini.

Jalur lori ini hanya digunakan untuk mengangkut barang. Staats Spoorwegen (SS) adalah operator stasiun ini yang merupakan perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda .

Jalur ini merupakan segmen terakhir dari megaproyek jalur kereta api Probolinggo–Panarukan yang konsesinya keluar pada 23 Juni 1893.

Sebelum tahun 1980, aktifitas stasiun ini sangat ramai oleh penumpang dan barang yang hendak ke pelabuhan. Pada tahun 1980-an, aktivitas Pelabuhan Panarukan dengan perlahan mulai meredup.

Ekspor barang melalui laut akhirnya  dialihkan ke Pelabuhan Tanjungwangi di Banyuwangi dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Kurang diminatinya Pelabuhan Panarukan karena lautnya menjadi dangkal kurang lebih 1,5 meter akibat sedimentasi dari Sungai Sampeyan.

Hal itu berdampak pada kapal-kapal dengan berukuran besar tidak dapat bersandar. Jalur lori ke pelabuhan dinonaktifkan pada awal tahun 1990 karena sudah jarang dipakai lagi. Setelah jalur lori ini ditutup, stasiun Panarukan pun tidak melayani kereta barang lagi.

Jika kereta barang sudah ditutup sejak 1990, kereta api penumpang masih bisa beroperasi sampai tahun 2004. Akhirnya, PT KAI menutup jalur dan stasiun ini pada tahun 2004 karena menilai prasaraana yang sudah sangat tua. Alasan lain, jalur ini ditutup karena kurangnya sarana kereta api Daop IX Jember.

KA lokal lewat jalur ini hanya membawa 1-2 gerbong penumpang ekonomi dan 1 gerbong barang. Tidak ada kereta api yang melewati jalur ini lagi. Rel-rel,wesel, sinyal, dan aset-aset kereta lainnya dibiarkan terbengkalai begitu saja. Bahkan ada sebagian asset-aset kereta api yang dicuri dan dijual. Bekas Stasiun

Panarukan kini masih ada, tetapi sudah rusak dan butuh banyak dana untuk memperbaikinya.Sejak ditutup jalur ini pada tahun 2004, muncul berbagai wacana untuk mengaktifkan kembali jalur ini namun masih belum ada progres.