Stasiun Jurnatan (Stasiun Semarang Centraal), Stasiun Besar Semarang yang Sudah Punah

      Comments Off on Stasiun Jurnatan (Stasiun Semarang Centraal), Stasiun Besar Semarang yang Sudah Punah

Stasiun ini dibangun pada tahun 1882oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), perusahaan kereta api Hindia Belanda. Pada awalnya stasiun Jurnatan berupa stasiun kecil dengan bangunan kayu sederhana.

Kemudian pada tahun 1913 stasiun kecil itu dibongkar dan digantikan oleh sebuah bangunan baru yang besar dan megah. Awalnya bangunan kayu sederhana diganti dengan konstruksi atap dari baja dan kaca.

Stasiun Jurnatan berada di akhir jaringan SJS. Akan tetapi, bangunan baru stasiun itu tidak dirancang sebagai stasiun ujung/terminus, tetapi sebagai stasiun paralel, yaitu dengan satu sisi.

Dahulu saat masih aktif, tasiun ini melayani pemberangkatan kereta api tujuan Demak, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora. Selain melayani KA reguler, Stasiun Jurnatan juga merupakan pusat jaringan trem uap kota Semarang.

Trem kota ini selain menghubungkan stasiun Jurnatan dengan stasiun Samarang NIS di Tambaksari dan Pelabuhan Semarang, juga menempuh rute Jurnatan–Bulu dan Jurnatan–Jomblang. Jalur Jurnatan–Bulu berada di sisi Jalan Bojong (Jalan Pemuda) sedangkan jalur Jurnatan–Jomblang melintas sepanjang jalan yang sekarang dikenal sebagai Jalan MT Haryono.

Akhirnya jalur trem ini ditutup pada tahun 1940 karena kurang menguntungkan dan semua sisa lokomotif dan gerbong dipindahkan ke Surabaya.

Stasiun Jurnatan ditutup pada tahun 1974. Semua kereta api yang tadinya melayani keberangkatan dan pemberhentian di stasiun ini dialihkan ke Stasiun Semarang Tawang.

Tak lama kemudian semua jaringan kereta api eks- Samarang Joana Stoomtram (SJS) ditutup karena tidak mampu bersaing dengan moda transportasi darat lainnya. Stasiun megah ini sempat telantar tetapi kemudian dimanfaatkan sebagai terminal bus antar kota. Tetapi ini juga tidak berlangsung lama. Pada awal 1980-an bangunan stasiun Jurnatan dibongkar dan tempatnya saat ini berdiri sebuah kompleks pertokoan.