Sejarah Panjang Stasiun Tuban dan Riwayatmu Kini

      Comments Off on Sejarah Panjang Stasiun Tuban dan Riwayatmu Kini

TiketKAI – Stasiun dan jalur kereta api di Tuban adalah stasiun kelas IV bagian dari program kerja NIS agar masyarakat dapat menikmati kereta api. Setelah sukses dengan jalur kereta api Gambringan–Surabaya Pasarturi, dibangunlah jalur-jalur cabangnya, seperti dari Bojonegoro menuju Jatirogo dan Babat menuju Merak-Oerak (Merakurak).

 Pada tanggal 1 Agustus 1920 diresmikan Jalur Merakurak–Babat yang memiliki panjang 46 km.  Awalnya lokomotif yang dijalankan untuk melayani kereta menggunakan lokomotif uap. Namun, pada periode tahun 1970-an, lokomotif uap digantikan oleh lokomotif diesel hidraulik seri  D300 atau D301. Akan tetapi pada tahun 1990 stasiun dan jalurnya ini ditutup kalah bersaing dengan moda transportasi lainnya dan juga karena prasarana yang sudah tua.

Emplasemen stasiun Tuban sekarang telah menjadi permukiman padat penduduk namun tanahnya masih milik PT KAI. Bangunan Stasiun Tuban saat ini disewa untuk dijadikan bengkel las. Stasiun Tuban juga mempunyai sub dipo lokomotif yang masih terjaga keasliannya sejak zaman Belanda.

Sub dipo ini berada di timur stasiun, setelah melewati perlintasan kereta yang sekarang berlokasi di Gang Ikhlas, Kebonsari, Tuban dan sekarang menjadi rumah tinggal. Sayangnya, banyak sarana dan prasarana di subdipo itu yang hilang karena dirobohkan. Stasiun Tuban juga memiliki sebuah menara air yang dahulu berfungsi untuk mengisi air lokomotif uap.

Dari stasiun Tuban dulunya terdapat percabangan rel kereta api menuju eks-pabrik pengolahan batu kapur dari Pabrik Kapur Ronggolawe. Sedangkan bekas Pabrik Kapur Ronggolawe sendiri telah ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Tuban pada sekitar tahun 1989. Penutupan ini karenadianggap sebagai salah satu sumber polusi udara dan tidak cocok dengan perkembangan kota.