Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Seri 2

      Comments Off on Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Seri 2

Merangkum dari berbagai sumber, tahun 1871 silam Weltevreden menjadi sebuah halte Koningspelin atau berarti halte lapangan raja dan dikelola sampai tahun 1884 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan bangunan kecil dan sangat sederhana. Halte ini kemudian digantikan menjadi stasiun Weltevreden yang dibuka pada 4 Oktober 1884 di tempat Stasiun Gambir sekarang berada.

Hingga tahun 1906, stasiun ini digunakan untuk pemberangkatan tujuan Bandung dan Surabaya. Desain bangunan stasiun ini atapnya dulu bertumpu pada bantalan besi cor dengan rancangan Staatsspoorwegen (SS). Namun tahun 1928 setelah diambil alih dari SS pada 1913, stasiun kemudian diperbesar dan satu tahun kemudian mengalami perubahan yang cukup signifikan dimana tampak luar bergaya art deco. Atap untuk penumpang di peron juga diperpanjang ke sisi utara hingga 55 meter.

Setelah itu tahun 1937 stasiun ini kemudian diresmikan sebagai stasiun Batavia Koningsplein. Hingga akhirnya 55 tahun kemudian tepatnya tahun 1992, stasiun direnovasi secara besar-besaran menjadi stasiun layang dan berubah nama menjadi stasiun Gambir serta menjadi ruas jalur kereta Jakarta Kota-Manggarai.

Stasiun Gambir sendiri saat ini berada di ketinggian +16 meter dan masuk dalam Daerah Operasional (DaOp) I Jakarta. Memiliki empat jalur dimana jalur 2 dan 3 adalah sepur lurus. Saat ini stasiun gambir memiliki tiga tingkat dimana aula utama, loket, tempat makan dan toko serta layanan perbankan ada di tingkat dasar. Tingkat dua adalah ruang tunggu dan beberapa tempat makan cepat saji. Pada tingkat tiga barulah akan ditemui peron dan jalur sepur. Stasiun Gambir saat ini termasuk salah satu stasiun besar dengan pengumuman yang digunakan bahasa Indonesia dan Inggris. Gambir juga dilengkapi dengan Rail Transit Suite, yakni hotel transit khusus untuk penumpang kereta yang hendak beristirahat.

Dari segi pelayanan, status Stasiun Gambir yang berada tepat di jantung Ibu Kota memang terasa eksklusif, stasiun ini tak melayani pemberhentian KRL Komuter Jabodetabek. Stasiun Gambir pun dikenal khusus melayani keberangkatan dan kedatangan KA kelas Eksekutif tujuan luar kota.

Namun musim kembali akan berganti di Stasiun Gambir, kedepannya Gambir justru tidak akan melayani rute luar kota. “Enggak ada lagi di Gambir. Kereta api enggak masuk ke dalam kota, sehingga enggak ada crossing antara pergerakan (kereta api) luar kota dengan dalam kota (commuter line),” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dikutip dari Liputan6.com (24/7/2017). Sebagai gantinya untuk rute kereta luar kota akan dilayani di Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai.

Source from : KabarPenumpang.com