Bantalan rel kereta api menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang perkeratapian Indonesia.

      Comments Off on Bantalan rel kereta api menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang perkeratapian Indonesia.

Saat kamu melintas di pintu perlintasan atau waktu akan naik kereta, coba deh perhatikan rel Kereta Api (KA), di sana ada beton melintang yang berfungsi buat menambatkan rel. Komponen yang diberi nama bantalan rel ini ternyata punya peranan penting buat keselamatan perjalanan KA. Sampai-sampai ada Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) yang meriksa rel KA siang dan malam tak kenal hujan atau panas. Hal ini semata-mata buat memastikan perjalanan KA dan kamu aman, selamat sentosa sampai tujuan. Wih, salut deh sama dedikasinya.

Nah, menurut Eksekutif Vice President PT.KAI Daop 2 Bandung, Saridal mengatakan jika bantalan rel ini sangat penting buat menjaga keseimbangan pada rel KA. “Dengan adanya bantalan rel ini, KA akan tetap berjalan konstan sehingga KA tidak akan mengalami anjlok ataupun terguling”, ujar Saridal saat ditemui di sela-sela pemeriksaan jalur KA jelang masa angkutan lebaran 2019.

Kalau berbicara tentang bantalan rel KA, Indonesia sudah punya pengalaman panjang lebih dari 150 tahun menggunakan moda transportasi massal ini. Lalu kira-kira ada berapa jenis bantalan KA ini ya? Karena sepanjang jalan rel KA, sudah pasti ada bantalan rel KA. Nah, berikut ini 4 jenis bantalan rel KA yang perlu kamu tahu.

1. Bantalan kayu.

Alam indonesia punya sumber daya alam melimpah, oleh karena itu saat pertama kali Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) bangun jalan kereta tahun 1867 antara Semarang-Tanggung, bantalan rel yang digunakannya berupa kayu. Saat itu ada dua jenis kayu yang digunakan buat bantalan rel yaitu kayu Jati dan kayu Ulin (besi). Keduanya punya serat bagus dan elastisitas tinggi. Tapi bantalan kayu ini punya kelemahan yakni daya dukung untuk bantalan tidak terlalu lama karena dipengaruhu cuaca lembab dan berair sehingga kayu cepat lapuk atau mengalami penyusutan. Akibatnya penambat menjadi kendor dan harus dipasang plat pengaman yang tentunya nambah anggaran.

Meski sebenarnya bantalan kayu ini sangat bagus buat ngurangin getaran di kabin kereta, namun seiring dengan makin sulit dan terus naiknya harga kayu jenis ini membuat bantalan kayu mulai dikurangi penggunaannya. Beberapa bantalan kayu ini masih bisa dijumpai di beberapa jembatan KA. Namun, secara umum bantalan kayu ini sudah jarang sekali digunakan.

2. Bantalan beton.

Di awal tahun 70-an, bantalan kayu pada rel kereta mulai diganti secara bertahap dengan beton. Pertimbangannya karena beton memiliki daya tahan yang lebih lama terhadap perubahan cuaca maupun suhu hingga 20 tahunan. Pemeliharaannya juga tidak terlalu sulit dan relatif murah.

Berat dari bantalan beton sendiri cukup besar, antara 160-200 kg sehingga mampu menahan gaya vertikal, lateral, dan longitudinal lebih baik sehingga kereta dengan kecepatan tinggi dan tonase berat pun bisa melaluinya dengan nyaman. Pada umumnya, bantalan beton ini ada dua, yaitu beton pratekan blok tunggal (monoblok) dan bantalan beton blok ganda (biblok).

3. Bantalan baja atau besi.

Bantalan baja atau besi ini biasanya hanya dipergunakan pada jalur yang menikung saja karena mudah untuk membentuk dan mudah dalam pengerjaanya. Namun karena harganya cukup mahal, tidak semua bantalan rel menggunakan baja. Meski memiliki ketahan yang baik di mana bantalan baja atau besi ini mampu menahan momen hingga 650 Kg/m, tegangan izin bantalan besi atau baja ini 1600 Kg/cm2, sedangkan momen tahanan bantalan besi ini mininal 40,6 cm3.

Namun, bantalan besi atau baja ini kurang baik stabilitasnya baik vertikal, lateral, maupun longitudinal jika dibandingkan dengan bantalan kayu atau beton. Oleh karena gesekan antara permukaan bantalan dengan balas relatif lebih kecil, sehingga tidak bisa dipakai untuk rel panjang penerus. Selain itu kekurangan bantalan baja atau besi pada rel ini juga mudah anjlok, terutama pada daerah berpasir karena memiliki beban yang lebih besar.

4. Bantalan slab beton.

Nah, kalau bantalan ini serupa tapi tak sama dengan bantalan beton. Bedanya kalau bantalan beton memiliki jarak antara satu bantalan dengan bantalan lainnya. Sedangkan slab beton tidak ada jarak antara dan dicor menjadi satu bagian dengan badan jalan. Dalam perawatannya, slab beton ini relatif cukup mudah. Biasanya bantalan ini digunakan untuk KA cepat dan arus perjalanan tinggi. Dibandingkan dengan bantalan lainnya, bantalan ini lebih nyaman namun dalam pembuatannya memerlukan dana besar dan tenaga yang benar-benar ahli karena diperlukan ketelitian dan prisisi yang sangat baik.

Nah itu tadi 4 jenis bantalan rel KA yang turut mewarnai sejarah transportasi Kereta Api di Indonesia yang sudah ada lebih dari 150 tahun.

Source From : Humas PT KAI Daop 2, pt.kai.go.id